Pak Ganjar Pranowo VS Gunung Kemukus

Masih ingat artikel Menantang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ? Kalau belum baca klik sini disamping saya menulis lewat artikel saya juga mengontak gubernur jateng Pak Ganjar melalui twitter,  memang tidak ada balasan langsung dari Beliau. Namun

saya baca di media online detik disana ditulis apa yang  sudah di lakukan oleh pemerintah propinsi  Jawa Tengah dalam hal ini Gubernur dan pemerintah daerah di bawahnya dalam hal ini Bupati Srageberserta peran serta masyarakat dan tokoh agama. “Saya lagi minta koordinasi dengan sana karena kita sudah analisis, sudah berlangsung lama, kemudian menjadi wisata, Sebenarnya Religi, ada PAD-nya. Saya intinya sampaikan saja, ziarah silahkan tapi ritual seks jangan,  Sudahlah, kalau ritual seks jangan maka yang menyimpang itu saja yang dibersihkan, saya ingin ajak seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk bisa terlibat, ini pembelokan tidak pas. Mau kaya kok ‘gitu’ dulu, bukan sama pasangan. Mari buat pelatihan biar ngerti persis, sosialisasi di remote area” ungkap pak Ganjar dikutip dari detik.com.

Bupati Sragen juga  setuju dengan usulan pak gubernur Jateng untuk membersihkan kawasan Kemukus dari upacara sesat ritual seks. “Kalau Pak Gubernur  mau gitu, ya cocok saya. Segera kita wujudkan.” Kata Bupati Sragen dikutip dari detik. “Bupati Sragen juga sudah melakukan rapat internal  mengenai penertiban Gunung Kemukus, yang tentu saja  berbeda cara dari penertiban di Dolly dan Sarkem.” Ungkapnya lagi  kepada detik.com
Ketu Komisi Perlindungan Anak Indonesia  Asrorun Niam juga berpendapat bahwa “pemerintah  harus hadir di Gunung Kemukus  untuk menata dan menjamin ketertiban umum dan ketentraman masyarakata dan melindungi norma serta nilai-nilai luhur masyarakat.”  
4 langkah yang ditempuh oleh pemerintah propinsi dan kabupaten adalah dengan cara
  1. Memberi informasi pada masyarakat bahwa ritual seks yang dilakukan adalah berujung pada aliran sesat
  2. Merangkul para  tokoh agama untuk meluruskan pengertian ziarah tuh seperti apa bukan melakuakn ritual kekayaan dengan seks.
  3. Menutup tempat prostistusi di gunung Kemukus.
  4. Memberi pencerahan kepada masyarakat sekitar agar Gunung Kemukus dapat terkenal  bukan karena ritual menacari kekayaan dengan seks tetapi karena lokasi ziarah dan tempat yang eksotik.
Sumber: detik. com
Kita lihat saja perkembangan  kisah  ‘Mountain Sex’ dari Sragen  selanjutnya. Kita sebagai masyarakat awan sudah barang tentu mendukung segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk memberangus kegiatan yang tidak sesuai dengan  peruntukannya. Semoga rakyat disana dapat menjaga Gunung Kemukus agar tidak lagi di gunakan untuk ritual yang ga masuk diakal dan bertentangan dengan agama.

bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*