Aedes Aegypti Dibudidayakan

Nyamuk Aedes Aegypti  di Sebar
Sobat Goozires, percaya tidak kalo nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti dikembangbiakan, di pelihara dan di sebar ke perkampunga perkamungan. Sobat Goozires harus percaya. Kenapa? Karena  nyamuk ini sudah ber –Wolbachia…
Terus apa itu Wolbachia? Wolbachia adalah bakteri alami yang mampu menghambat virus dengue pada tubuh  nyamuk Aedes Aegypti sehingga virus  dengue tidak dapat ditularkan ke manusia. Nymuk Aedes Aeygypri ber wolbachia dikembangkan oleh fakultas kedokteran UGM bekerja sama dengan Yayasan Thija dan Universitas Monash Australia dalam wadah Eliminate Dengue Project  (EDP). EDP-Yogya merupakan bagian dari EDP Global yang merupakan penelitian kolaboratif multinegara  yaitu Australia, Vietnam, Indonesia, Thailand, Brazil dan Indonesia.

Wolbachia sendiri terdapat pada 70% tubuh serangga di bumi, termasuk berbagai serangga yang bisa menggigit manusia. Bakteri ini hidup dalam sel serangga dan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya  melalui telur. Wolbachia aman bagi manusia dan lingkungan. Saat ini manusia berinteraksi dengan bakteri Wolbachia sperti oada kutu beras, kupu-kupu, laba-laba, dan lalat buah.
EDP-yogyakata fokus memproduksi nyamuk Aedes Aegypti ber-Wolbachia melalui kawin silang . untuk melakukan kawin silang, Aedes Aegypti ber-wolbachia  diimpor langsung dari australia yang sudah berhasil mengembangbiakan dan menyebarnya di alam liar. Aedes Aegypti ber-wolbachia tersebut dikawinkan dengan Aedes Aegypti lokal yogyakarta sampai ketemu keturuna 100%  asli nyamuk ber-wolbachia Yogyakarta.
Dari penelitian yang dilakukan sejak tahun 2010 , EDP Yogyakarta telah menghasilkan delapan strain Aedes Aegypti Wolbachia, yang saat ini digunakan dari strain WPOPYOG(wMelPop) dan WMELYOG(wMel) dan yang enam lainya masih berupa kultur.hasil riset di labotratorium menunjukan, penggunaan bakteri wolbachia mampu mengendalikan  replika virus dengue dalam tubuh vektor Aedes Aegypti. Bila tanpa bakteri wolbachia menghasilkan 20.000 copy virus DBD maka dengan bakteri wolbachia  hanya menghasilkan 500 copy virus dengue.
Nyamuk Aedes Aegypti ber-wolbachia mampu menghambat penularan virus DBD ke manusia dengan cara  menggigit orang yang tertular dengue kemudian nyamuk tersebut akan mencerna  darah yang mengandung virus Dengue dengan menghalangi pertumbuhan virus Dengue. Nyamuk itu lalu menggigit orang lain dan orang yang tergigit oleh nyamuk Aedes Aegypti tersebut tidak akan tertular oleh virus Dengue .
Saat ini nyamuk Aedes Aegypti  ber-wolbachia sudah diserbarluaskan secara liar di beberapa lokasi penelitian di Bantul dan Sleman. Pada hari Senin kemaron dilakukan pelepasan  didaerah Bantul yaitu di dusun Jomblangan desa Bnguntapan, kecamatan Banguntapan, Bantul.
Pelepasannya berupa telur yang dilakukan di RT 9 dusun Jomblangan dan Singosaren, Banguntapan Bantul. Pelepasan telur ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur DIY, Pku Alam IX dengan menaruh  sebuah ember berisi 50 butir telur nyamuk ber-wolbachia disalah satu rumah warga. Telur tersebut di tempatkan pada sebuah wadah plastik berisi air yang sekelilingnya dilubangi. Saat telur sudah menetas dan menjadi jentik nyamuk kemudian menjadi nyamuk maka akan keluar melalui lubang lubang tadi. Sebelumnya didaerah Sleman telaha dilakukan pelepasan di Dusun Kronggahan dan Nogotirto, Ggamping, Sleman. Hasilnya nyamuk berkembang secara alamiah tidak menimbulkan efek bagi masyarakat dan lingkungan. Warga pun antusias dan mendukung penelitian dan pengembangan nyamuk ber-wolbachia tersebut. Salah satunya Widi Purwanto warga dususn Jomblanagan Rt 9 yang  rumahnya dijadikan tempatpuluhan telur nyamuk ber-wolbachia. “ ka,i percaya dengan penelitian tersebut karena bisa menghasilkan sesuatu yang positif nantunya” kata Widi dikutip dari detik. 
Bagi sobat Goozires yang penasaran dengan nyamuk Aedes Aegypti ber-wolbachia, silakan datang ke laboratorium pengembangan nyamuk wolbachia di kampus UGM.
sumber : www.ugm.ac.id , www.detik.com
Ternyata memang terbukti semua ciptaan Allah bermanfaat… 
Sobat Goozires sementara sekian dulu share dari saya, semoga bermanfaat, terima kasih

bagikan :

Post Author: goozir

Seseorang yang ingin terus belajar belajar dan belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *