Polemik Pelarangan Motor Lewat Jalan Protokol Ibukota

2
2
views
Sobat Goozires, menarik baca artikel IWB dengan judul “Apakah biker yang melintas di jalur HI, Tamrin serta Monas nanti pagi langsung di tilang” apa yang menarik? ini yang menarik saya kutip dari paragrap terakhir “Mereka menyarankan para biker memarkir kendaraannya di tempat-tempat yang telah disebutkan. Tarif berlaku normal yakni dua ribu rupiah perjam. Soal ini pemerintah DKI memang tidak akan melakukan intervensi terhadap gedung-gedung bersangkutan.” Mari kita analisa bersama….

Analisisnya dengan parameter berikut ini: biker dengan konsumsi BBM 2 liter pertamax per dua hari untuk berangkat kerja, terus dia bekerja di daerah sekitar  HI, Tamrin dan Monas yang terkena pelarangan motor tersebut. Kita mulai analisisnya sobat Goozires, katakan biker tersebut disuruh parkirkan di gedung irti monas dengan tarif parkir 2 ribu perjam, kita ambil sample aja kerja di jakarta dari masuk parkir sampai pulang kerja keluar parkiran memerlukan waktu 10 jam jadi parkir 10 jam. Naik angkutan umum berbayar kita mabil nilai aja 4 ribu sekali jalan.Jadi kita bisa hitung sebgai berikut:

BBM pertamax 2 hari  (2 liter)= Rp 20.000,-

Parkir 2 hari (2X10X2000) = Rp 40.000,-

Angkutan umum (2X2X4000) =Rp 16.000-

total biaya transport  per 2 hari Rp 76.000,-

Bandingkan jika boleh melewati jalan – jalan tersebut dan parkir di tempat dia bekerja yang kemungkinan parkir bisa gratis kita anggap saja jika parkir di tempat dia kerja parkirkirnya gratis, maka kita dapat hitung sebgai berikut

BBM pertamax 2 hari  (2 liter)= Rp 20.000,-

Parkir 2 hari (2X10X0) = Rp00.000,-

Angkutan umum (2X2X0000) =Rp 00.000-

total biaya transport  per 2 hari Rp 20.000,-

Bagaimana sobat Goozires melihat perhitungan di atas. Ok itu analisis saya dengan parameter yang sudah disebutkan. Terus apa dampak positif negatifnya? Dampak negatif dari pelarangan iini ada dua sisi. Bagi pengendara motor tentu ongkos transport lebih besar terus membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk smapi di tempat kerja ini dimungkinkan karena harus menunggu busway maupun angkutan gratis. Dampak negatif dari sisi pemerintah tentu ini kebijakan yang tidak populer dan pasti menuai kecaman dan dimungkinkan timbul masalah baru akibat kurangnya tempat parkir. Selain itu dimungkinkan juga terjadi kecemburuan sosial dimana masyarakat merasa bahwa orang kaya lebih diutamakan dari pada mereka.

Selain dampak negatif menurut saya ada dampak positifnya. Dari sisi pemerintah tentu ini akan menambah PAD dari retribusi parkir. selain itu bila ini berhasil juga akan mengurangi kemacetan tapi bukan menghilangkan kemacetan karena kemacetan disebabkan oleh banyak faktor dengan mengurangi satu faktor tidak menghapus kemacetan. Kalau bagi pengendara motor sendiri sya belum terpikirkan dampak psitifnya. Mungkin sobat Goozires lebih tahu dampak positif pelarang motor lewat jalan – jalan tersebut.

Semoga pemerintah mempunyai pemecahan masalah yang lebih baik. Yang bisa menguntungkan semua pihak. kalau sekarang ini pendapat saya kok masih berat sebelah. Jadi pemerintah untung rakyat buntung…

Itu sekedar opini dan pandangan saya tentang uji coba pelarangan sepeda motor melewati Tamrin Monas HI.
Terima kasih

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here