Bank Negara Indonesia disadap NSA, sedemikian parahkah Indonesia ?

Sobat goozir, gimana ya mau berpendapat. Separah itukah Indonesia? Baca di media online terkenal bahwa Bank Negara Indonesia menjadi target penyadapan oleh NSA. Kemarin dah rame isu penyadapan oleh NSA  yang terjadi pada Telkomsel. Kini lembaga keungan yang seharusnya menjadi tempat aman  baik untuk menyimpan data diri maupun harta, ternyata kena sadap juga.

Dalam media online tersebut disebutkan bahwa penyadapan terjadi pada BNI diketahui dari arsip yang di publikasikan oleh Edward Snowden dimana dia adalah mantan anggota NSA yang menyebarluaskan dokumen rahasia NSA. Dalam archive yang berbentuk slide presentasi berjudul “Intro to the VPN Exploitation Process” pada halaman 42 disitu tertera BNI sebagai target penyadapan dan  menggunakan jalur Flexy dari Telkom. Archive tersebut di buat tanggal 13 September 2010 .
dokumen bocoran snowden hal 42 (sumber)
Kita tahu bahwa bank dilindungi dengan sebuah Virtual Private Network sebagai pengaman dan enkripsi terhadap data – data yang dikirim maupun diterima dari internet. Sehinga data yang dikirim ke internet manjadi aman. Namun tatkala VPN saja sudah dapat di tembus, bagaimana coba?  Ntah apa yang diinginkan oleh NSA dengan penyadapan ini. Namun dengan adanya berita ini kita makin khawatir, bahwa begitu mudahnya Indonesia di sadap dan segala macamnya. Apakah Indonesia tercinta ini sudah tidak mempunyai keamanan cyber?
Selama Indonesia masih bergantung dengan negara luar dalam hal cyber baik software maupun hardware maka Indonesia sangat berpotensi besar untuk terus disadap disadap dan disadap baik voice, data, bank dan lain sebagainya. Diperlukan suatu system dimana bisa menjaga keamanan Indonesia dari sisi cyber. Kita sering dengar China, Korea, Amerika, Inggris, Belanda dan negara lainnya punya tentara cyber. Tapi saya belum pernah dengar Indonesaia punya tentara cyber. Cuma dengar bahwa Indonesia akan membentuk ini itu dan lainnya. Tapi kenyataannya sampai sekarang? Ga ada titik terang. Apa mungkin sebuah pasukan tentara cyber harus rahasia dan tidak dipublikasikan? Bisa jadi begitu.
Sebenarnya kita mempunyai tenaga ahli yang menurut saya pribadi kompeten di bidang keamanan cyber yang berbasis opensource. Dengan memberdayakan mereka yang ahli dan kompeten dibidang open source dalam mewujudkan keamanan cyber, maka kita tidak akan bergantung lagi tehadap software buatan luar yang kemungkinan sudah disusupi script atau kode khusus yang kita tidak tahu. Dengan opensource pula kita kan dapat menghemat pengeluaran dalam pembiayaan keaman cyber. Kita tahu juga bahwa opensource itu  murah dan bahkan gratis. Bandingkan dengan yang berbayar dan mahal sudah begitu kita tidak tahu apakah software itu benar – benar aman atau tidak.
Dari sisi hardware mungkin inilah yang menjadi tantangan besar untuk Indonesia. Di Indonesia tidak banyak atau mungkin bahkan tidak ada ( karena saya sendiri belum tahu ada tidaknya) industri komponen dari peralatan komunikasi, industri chipset dan lainnya sebagai pendukung keamanan cyber. Maka tidak ayal jika kita menjadi sasaran penyadapan yang masih saja terjadi melalui perangkat komunikasi bahkan provider komunikasi terkenal saja isunya bisa disadap (Apalagi Indonesia kaya dan banyak negara berkepentingan dengan Indonesia). Bukan tidak mungkin kalau hardware yang kita gunakan juga sudah ditanam penyadap yang kita tidak tahu. Mungkin juga segala aktivitas kita sudaha di pantau oleh pihak lain dengan seringnya kita terhubung ke  internet  malalui semua gadget yang kita gunakan. Bukan hal mustahil untuk melakukan hal tersebut bagi negara negara yang mempunyai kepentingan terhadap Indonesia.

Jadi sekarang kita bagaimana?  Saran saya untuk Indonesia… 

  • Indonesia harus memberdayakan orang – orang yang berkompeten yang expert dalam  bidang  cyber baik software maupun hardware untuk membuat dan atau meperkuat pertahanan dan keamanan cyber Indonesia. Sehingga warganegara merasa aman bertransaksi baik dalam bidang ekonomi , sosial, informasi dan sebagainya.
  • Perlunya memberikan kompensasi lebih terhadap orang yang di sebutkan pada poin satu  untuk mewujudkan kesejahteraan mereka dan keluarga sehingga mereka dapat memberikan sumbangsih dan pengabdian kepada negara dan bangsa secara maksimal dan utuh.
  • Negara Indonesia wajib memberikan  pengajaran baik formal maupun informal dalam menggunakan teknologi informasi dan segala tetek bengeknya  kepada seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali sehingga timbul rasa memiliki dan ikut menjaga keamanan cyber so negara aman dapat tercapai.
  • Harus ada regulasi dan sejenisnya,( bisa berupa undang – undang dll) yang dapat menjadi pedoman sehingga  memberikan jaminan keamanan bagi warga negara Indonesia baik dalam kehidupan bernegara, bermasyarakat, bersosial dan berekonomi serta lainnya.
Ok sobat goozir, mugkin itulah isi pemikiran idealisme saya terhadap bangsa Indonesia menyikapi perkembangan berita dan informasi  yang membuat dan merasa apakah Indonesia sudah sedemikian parahnya. Ini baru dilihat dari satu sisi yaitu keamanan cyber. Belum dari sisi lain yang saya tidak tahu dan atau belum menguasainya.
Semoga berguna…

bagikan :

Post Author: goozir

Seseorang yang ingin terus belajar belajar dan belajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *