Harga satu kartu ATM ber-Chip

Sobat goozir, mulai 1 Januari 2016 kartu ATM wajib menggunakan chip. Hal ini dimaksudkan agar keaman data nasabah  menjadi jauh lebih aman. Kita pasti pernah baca ada pembobolan ATM hanya dangan kartu ATM palsu. Kerugian yang di tanggung nasabah pastilah tidak sedikit.

Dari peraturan tersebut nampaknya para pihak perbankan masih belum 100% sepakat untuk penggunaan chip di kartu ATM. Mereka mungkin berpendapat bahwa biaya pembuatan kartu ATM  termasuk mahal. Rahmat Broto Triaji sebagai SVP Transaksi Ritel Perbankan  PT. Bank Mandiri Tbk mengungkapkan bahwa  biaya penmbuatan satu kartu ATM ber-chip sebesar US$1 (Rp 13.000). “ satu kartu bisa satu dolar AS”. Jadi Bank Mandiri harus mengganti sejumlah 13,5 juta kartu lama dengan kartu  ber-chip. 13,5 juta kali 13 ribu = 175,5 milyar rupiah. Belum dengan peralatan hardware pendukungnya sperti mesin ATM dan Electroonic Data Capture. (detik)
Dari sini terlihat bahwa perbankan sebesar Mandiri saja terkesan keberatan dengan peraturan BI yang mewajibkan kartu ATM per 1 Januari 2016 pakai chip. Bagaimana dengan bank lain yang lebih kecil? Kalau menurut pendapat saya pribadi, biaya satu kartu ATM yang sebesar 13 ribu perak itu murah dan mudah untuk diwujudkan. Kita tahu kita menabung di bank mengunkan fasilitas ATM biaya administrasi dan lain lain 13 ribu perak perbulan. Cukup lah 1 bulan biaya admin untuk ganti satu kartu.  Dan untuk perangkat hardaware lainnya bisa dari bulan bulan berikutnya.  Atau dengan cara lain misalnya memotong keuntungan pemegang saham untuk belanja modal. Masa begitu aja ga mampu? Paling sebel kalo lihat lembaga atau orang tidak mau di ajak maju. Ujarku ya wong pinter pinter…. Kalau sudah tidak bisa memberikan jaminan keamanan kepada nasabahnya sudahalah tutup aja banknya.
Semoga berguna…

bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*