Curug Nangga destinasi wisata di Kabupaten Banyumas

curug nangga
curug nanggaCurug nangga. Sobat goozir, di hari minggu ini goozir .com turunkan artikel ringan nan menarik dan patut di coba. Kita akan membahas salah satu objek wisata yang belum lama ini mulai tenar. Namanya Curug Nangga. Wujudnya adalah xebuah air terjun. Bentuknya yang bertingkat munkin yang menjadikan nama air terjun ini Curug Nangga. Lokasinya di desa Petahunan, kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah.

 Lokasi Curug Nangga yang eksotis di Banyumas

Bagi anda yang mau ke tempat ini dari arah Purwokerto maka kita akan mengarah ke Bumiayu (ke utara). Kalau dari arah utara maka kita akan menuju arah Cilongok/ Ajibarang. Kalau dari utara setelah melewati Bumiayu dan sudah mulai masuk Pekuncen liat plang nama di sebelah kiri jalan, dan kalau dari arah  selatan dan sudah mulai masuk Pekuncen maka liat plang di sebelah kanan. Disana ada plang petunjuk arah bertuliskan Curug Nangga.
Kalau dari arah purwolerto tinggal belik kiri dan kalau dari Bumiayu tinggal belok kanan.  Setelah memasuki jalan yang dituju maka kita akan di hadapkan pada jalan sempit ( cukup untuk satu mobil dan satu motor bersimpangan) dengan tanjakan yang extreem, namun jangan kwatir metik aja sangup kok ke sana. Saya aja pakai motor matic. Petunjuk jalan jelas karena sudah di pasang marka petunjuk jalan menuju Curug Nangga. Dijamin ga bakalan kesasar dah.
Memasuki area wisata Curug Nangga kita akan di tarik beberapa bayaran. Pertama tentu parkir. Waktu lebaran kemarin parkir disana untuk motor sebesar Rp 3.000 untuk mobil saya tidak tahu. Setelah itu kita parkir dan menuju lokasi. Untuk parkiran masih seadanya bro.. di pinggir jalan atau di kebon. Nah memasuki ke objeknya kita dipungut tiket masuk Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.
Menuju objek Curug Nangga kita kan di hadapkan pada trek panjang dan cukup curam namun sudah dipasangi batu kali yang tersusun rapi untuk kita jalan. Kanan kiri jalan menuju objek berupa persawahan warga sekitar. Dari tempat parkir sampai puncak tertinggi Curug Nangga jaraknya bisa mncapai 1 km dan cukup menguras tenaga. Banyak orang tua yang tidak sanggup untuk mencapai puncak tertinggi Curug Nangga.

A: “kowe gutul duwur ora?”  (“kamu nyampai atas tidak?”)
B:” ora koh, nang ngisor ae wis teklok.” (“tidak, dibawah aja sudah teklok.” Teklok = kaki gemetar dan capek)

Mungkin sekilas saya dengar percakan orang ngomong kayak gitu. Memang benar si saya rasakan sendiri untuk menuju puncak tertinggi Curug Nangga butuh perjuangan extra keras. Saya sendiri merasakan capeknya… mungkin karena ga biasa kali yah. Tapi orang orang yang asli sekitar situ kok fine fine saja ya?
Kalau anda kesana ga bawa bekal tenang saja ada warung di sekitar objek dan sekitar jalan menuju objek yang jualan. Waktu lebaran kemarin banyak yang jualan. Ga usah takut kelaperan. Untuk fasilitas mandi dan kamar kecil kayanya masih harus dibenahi lagi. Memang saya sempat lihat ada tulisan kamar mandi/ganti namun kok ga melihat wujudnya. Apa ngumpet? Mungkin ini PR bagi pengelola Curug Nangga.
Sampai di objek airnya dibawah agak butek dan sedikit. Mungkin karen musim kemarau, Air terjun ini bukan dari mata air kalau menurut perkiraan saya karena  airnya kecil saat kemarau. Kalau warna air keruh mungkin karena buat renang kali ya. Soalnya waktu saya di tingkat paling atas, airnya jernih.
Saya berhasil mencapai tingkat paling atas dari Curug Nangga dengan menelusuri jalan setapak. Dari atas pemandangan sangat bagus dengan area persawahan menjadi pemandangan yang indah. Mungkin yang suka fotografi pas buat poto poto. Saya sendiri senang foto cuma belum punya peralatan mumpuni. Gambarpun saya ambil seadanya dengan mngggunakan kamera ponsel.
Puas menikmati pemandangan dan Curug Nangga serta aksi para bocah sana yang bermain dan loncat dari atas ke air di Curug Nangga, saya putuskan untuk kembali ke parkiran. Inilah bagian tercapek yang saya rasakan.
Turun dari tingkat tertinggi dengan turunan curam jalan setapak. Sampai dibawah naik lagi menuju parkiran. Saat berangkat enak dengan turunan panjang, nah saat pulang naik tanjakan bak tak berujung. Kakai tersa lemas. Lutut kayak mau copot. Waduh capeknya… tapi dengan perjuangan membara semangat 45, akhirnya sampai parkiran juga. Langsung deh duduk istirahat. Capeknya… keringat mengucur deras. Kaki rasanya mau lepas.
Untuk fasilitas di sekitar objek wisata Curug Nangga untuk warung dan masjid banyak tersedia namun letaknya sebelum memasuki objek wisata. Nah kalau sampai di sana  dah nanggung alias sebentar lagi mau masuk waktu sholat mending sholat dulu baru masuk objek wisata. Soalnya di area objek wisatany tidak ada sarana ibadah.
Kesan dan pesan
  1. Objek wisata Curug Nangga potensial untuk di kembangkan dan bisa menjadi aset wisata daerah yang menghasilkan jika dikelola dengan baik.
  2. Objek wisata Curug nangga masih terkesan kotor, belum ada tempat sampah dan tidak ada peringatan untuk menjaga kebersihan.
  3. Objek wisata Curug Nangga perlu adanya fasilitas penunjang seperti kamar mandi, kamar kecil,WC dan sarana ibadah yang dekat dengan objek wisata.
  4. Untuk jalan menuju objek sudah cukup baik dan rapi. Namun untuk menuju puncak tertinggi Curug Nangga jalan belum memadai dan masih dibuat seadanya (jalan setapak) sehingga faktor keselamatan masih kurang.
  5. Untuk yang belum pernah kesana patut dicoba dan rasakan sensasinya. Dan semoga kedepannya fasilitas akan jauh lebih baik lagi.
Itulah petualangan singkat goozir.com mengisi libur lebaran tahun 2015, selamat berwisata dan semoga berguna….

 

bagikan :

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*