Mau pakai Aplikasi WBS atau sosial media?

www.goozir.com

Sobat goozir, kita tahu bahwa Polres Metro Jakarta Barat meluncurkan aplikasi WBS. Dengan aplikasi ini masayrakat dapat melaporkan informasi tindak kriminal maupun tindakan oknum polisi yang nyeleweng dari tugas dan tanggung jawabnya. Apakah aplikasi Whistle Bloweer System ini efektif?

Baru di luncurkan aplikasi Whistle Blower System ini sudah menuai pro dan kontra. Kalau di lihat dari sisi pelaporan tindak kriminal boleh lah aplikasi ini mungkin bermanfaat sekali karena akan langsung diterima oleh Polres Jakarta Barat. Nah tapi kalo fungsi satunya lagi yaitu melaporkan tidandakan oknum  polisi yang menyelewengkan tugas dan tanggung jawabnya, ini yang masih jadi pro kontra. 
Polisi mungkin bertujuan baik ingin membantu masyarakt guna mebersihkan anggotanya yang menyelewwengkan Tugas dan Tanggung jawabnya. Di sisi lain di masyarakat meraka masih ada rasa takut dengan tindakan melaporkan oknum polisi. Mereka berpendapat beragam diantaranya:

“wkwkwkwk.. buat lucu2an ya pak… wong yang laporin bisa end…”
“waduh.. parah bener dah polisi di mata masyarakat, tp masy. Juga hrs adil, ada bad cops ada juga goood cop!!”
“biasnya yang lapor akan diperiksa lebih dahulu. Urusan panjang. Coba aja ikuti, berapa banyak yang memanfaatka aplikasi ini”

Dan lain lainnya
www.goozir.com
sumber :kompas
Komentar miring masyarat ini adalah realita adanya. Mereka belum percaya dengan polisi sepenuhmya. “Orang melaporkan kok malah yang lapor yang diperiksa” mungkin itu yang ada di benak masayrakat. Macam anggota dewan aja yang lapor malah yang…
Dari situ terlihat bahwa selama ini “arogansi” polisi lebih besar dirasakan masyarakat dari pada manfaat yang di rasakan oleh masyarakat. Apalagi dengan aplikasi ini dimana dalam setiap informasi yang dilaporkan harus ada file pendukung. Nah kalau file ini hanya berupa gambar atau foto ya kurang mendukung. Misal oknum polsi A melakukan operasi pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor. Tanpa ada papan yang menginformsikan bahwa sedang ada razia dan tidak  ada surat perintah razia. Saat masyarakat mempertanyakan hal tersebut dan ada yang merekam pasti ada intimidasi dari oknum polisi “ apa lo rekam rekam”.
Contoh lainnya: terkadang ada Razia kelengkapan kendaran bermotor dimana oknum polisi melakukan pungli dengan meminta uang atau ada msyarakat yang menginginkan damai. Nah saat  itu mungkin ada masyarakat lain yang melakukan perekaman maka bisa jadi ada oknum polisi lain yang tahu sedang direkam maka akan melakukan intimidasi terhadap perekam. Nah lagi lagi “arogansi” oknum polisi yang di rasakan masyarakat saat akan melakukan pelaporan tindakan oknum polisi yang menyalahgunakan wewenang dan tanggung jawabnya.
Dari contoh diatas jelas “arogansi” oknum polisi lebih dirasakan masyarakat. padahal masyarakt ingin melaporkan oknum polisi terebut. Munculah video di situs situ video share semacam youtube yang mengupload  tindakan oknum polisi yang menyelewengkan wewenang dan tanggungjawabnya. Jadilah sebuah viral dunia maya yang menyebar denagn cepat.

Mana yang lebih efektif?
Menurut saya probadi dengan mengambil gambar atau video dengan sembunyi sembunyi dan di uplaod ke media sosial dan video sharing akan lebih menimbulkan efek yang membangaun dari pada melalui sebuah aplikasi semacam WBS yang nantinya laporan dari masyarakat hanya akan di ketahui 2 belah pihak saja yaitu pelapor dan  polisi. Kelanjutan kasus tidak diketahui. Beda dengan kasus yang di blow up ke medsos ada pengawalan masyarakat yang terus mengikuti tindakan apa yang akan diambil institusi tersebut.
Efek yang ditimbulkan jika di uplaod melalui medsos dan video sharing akan berimbas pada pemebenahan institusi kepolisian sehingga dalam tindakannya akan selalu sesui prosedur. Dan integritas kepolisian juga akan semakin terbangun dan lebih baik lagi. Malu lah hanya karena oknum segelintir polisi sebuah intitusi penegak hukum tercoreng intergritas dan kepercayaan rakyat hilang terhadap institusi tersebut.
Tinggal ada tidak jaminan dari kepolisian untuk keamanan pelapor. Ada tidak jaminan untuk pelapor untuk tidak di kriminalisasi. Kalau jaminan ga da mana mungkin masyarakat mau membantu menegakan keamanam dan ketertiban.
Jadi mau milih pakai Aplikasi WBS atau mau pakai medsos dan video share?

Semua hanya opini pribadi penulis goozir.com. tulisan ini tidak untuk dibenarkan ataupun untuk di jadikan patokan kebenaran. Semua kebenaran ya yang sesuai aturan yang berlaku secara sah dan di akui negara..
Semoga bermanpngat…

bagikan :

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*