Water hammer CBR250RR habis jutaan

Water hammer CBR250RR habis jutaan

Water hammer CBR250RR pemilik habis jutaan rupiah. water hammer adalah kejadian dimana air tersedot ke ruang bakar mesin kendaraan. Biasanya terjadi akibat kendaraan bermotor melewati genangan air. Yang paling umum terjadi adalah air masuk melalui kenalpot dan tertarik ke ruang bakar mesin. Saat air masuk ke ruang bakar, air tidak dapat terkompresi dan akibatnya setang piston kalah.

Setang piston kalah biasanya ditandai dengan bekoknya setang piston. Piston juga bisa pecah karena menghantam crankshaft. Piston pecah dan setang piston bengkok akibat perubahan suhu yang drastis. Saat terjadi pembakaran suhu dimesin sangat tinggi. Suhu tinggi terus kena air ya sudah bisa dipastikan apa yang terjadi. Itulah yang dinamakan water hammer

Perbaikan  water hammer CBR250RR habis Rp 2,15 juta

Seperti di beritakan M+ salah satu pemilik CBR250RR yaitu Herman mengalami kejadian water Hammer pada Honda CBR250RR miliknya. Dia melewati  banjir selutut kemudian mesin motor mati. Setelah di bongkar ternyata setang piston bengkok dan piston pecah. Jelas telah terjadi water hammer.

Herman harus mengeluarkan biaya Rp 2,15 juta untuk memperbaiki motornya. Dengan rincian setang piston Rp 650 ribu. Untuk biaya pasang, oli mesin dan air radiator sebesar Rp 1,5 juta. sedangkan untuk piston dan ring piston belum ada harganya dan baru deposit Rp 200rb. Jadi bisa dipastikan biaya untuk masalah water hammer CBR250RR mencapai lebih dari Rp 2,15 juta.

Untuk mendapatkan piston, ring piston dan setang piston pengirimannya bertahap. Herman saja butuh waktu 3 bulan untuk problem water hammer CBR250RR. Dari kejadian tersebut bisa diambil pelajaran bahwa kita tidak boleh sembarangan menerabas banjir apa lagi jika banjirnya cukup dalam. Kemudian untuk pihak AHM semoga bisa lebih cepat dalam pelayanan sparepart.Water hammer CBR250RR habis jutaan

Baca juga info pilihan goozir.com di bawah ini bro

Bagi sobat goozir yang memiliki CBR250RR hati-hati ya jangan samapai kejadian serupa menimpa anda.

bagikan :

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*