Dangdutan vs Test ride

0
280
views
Dangdutan vs Test ride

Goozir.com – Sudah menjadi budaya Indonesia dangdutan sangat merakyat. Dari ujung barat hingga ujung timur nusantara tahu apa itu dangdutan. Musik dengan tabuhan gendang dengan lirik tertentu banyak di minati masyarakat. jadi tidak heran jika dangdutan menjadi salah satu ajang promosi produk tetentu. Test ride identik dengan mencoba motor baru untuk merasakan feeling menggunakan motor. Test ride juga bisa dijadikan ajang promo untuk produk baru. Nah bagaimana jika keduanya bersaing. Dangdutan vs test ride, mana yang akan lebih banyak berefek pada masyarakat?

Marketing dangdutan vs test ride

Dangdutan vs test ride apa hubungannya dengan motor… sebenarnya goozir.com membuat postingan ini dilatar belakangi pengalaman pernah melihat dealer melakukan kedua metode tersebut. Dangdutan dan test ride.

Goozir.com pernah melihat dealer Y maupun dealar H melakukan promosi dengan dangdutan. Di Jakarta pernah lihat di Bekasi juga pernah lihat. Mereka bawa sound sistem ke dekat pasar atau melalukan event tertentu di lapangan mana dengan membawa penyanyi dan musik dangdut tak lupa bawa motor display untuk di kenalkan ke masyarakat. Tak lupa dengan sejumlah promo diskon. Teman kerja goozir.com ada yang kena sistem marketing dangdutan ini dan dipinanglah sebuah motor metik yang kini juga lumayan laku dengan masuk 10 besar motor paling laris bulan November.

Buat masyarakat yang boleh di bilang awam belum begitu melek teknologi khususnya Internet, metode promosi motor dengan dangdutan cukup ampuh di lakukan. Namun apakah cukup efektif? Ternyata tidak bro. Ada beberapa alasan yang bisa goozir.com ambil dari metode promosi motor dangdutan, yaitu :

» Target promosi cakupannya tidak luas

Sudah bisa di perkirakan berapa si orang yang akan hadir di dangdutan promosi motor? Paling orang sekitar dan target umur yang di tuju juga tidak mengena.

» Target konsumen kurang mengena.

Dangdutan siapa yang akan datang? Remaja? Orang tua? Paruh baya? Kalau anak muda jelas gengsinya gede kalau harus lihat dangdutan di lapangan atau di depan pasar. Mending nagkring depan komputer lihat yutub.

» Efek promosi hanya sesaat.

Selesai dangdutan selesai promosi. Apa yang masyarakat ingat. “ wah penyanyinya cantik ya.. penyanyi goyangnya heboh… dll. Yang di ingat penyanyinya bukan wah tadi motornya keren, teknologinya canggih, buat geber ga oleng…. Mana ada kesan macam itu…

» Potensi membeli sangat kecil

Orang datang ke dangdutan ya mau lihat dangdut bukan liat edukasi dari motor yang ada. Hasilnya untuk melakukan pembelian, masyarakat juga tidak begitu antusias.

Dangdutan vs Test ride

Nah bagaimana dnegan metode test ride?

Metode ini sekarang makin banyak di gunakan terutama oleh pabrikan sayap mengepak. Sering diadakan test ride terutama untuk produk baru. Dan paling menonjol adalah hampir setiap dealer terutama dealer besar tiap daerah rajin melakukan acara test ride. Terutama buat media dan blogger. Jika dulu sayap mengepak juga pake dangdutan sekarang lebih ke test ride. Dan efeknya juga lebih bagus.

Kelebihan dengan metode test ride

Dengan test ride terutama yang di lakukan oleh wartawan, vlogger dan blogger efeknya lebih luas. tiap blogger atau media pasti akan menulis apa yang di rasakan selama test ride dalam tulisannya. Ini lebih mengarah pada feel yang dirasakan oleh konsumen saat mengendarainya. Tulisan lebih mengungkap kenyataan dibanding hanya dengan pengenalan produk secara edukasi maupaun teknologi.

Sasaran pembaca lebih luas dan potensi penjualan juga lebih besar. media digital sudah bisa di nikmati oleh masayarakat luas, di Indonesia saja lebih dari 130 juta penduduk sudah melek internet. Bayangkan betapa besar potensi yang bisa di capai dengan cara test ride.

Kaum milenial lebih bisa di bidik dengan cara test ride. Ya jaman sekarang orang lebih mudah mengakses youtube, blog, atau pun situs berita. Dengan test ride oleh wartawan, vlogger dan blogger maka kaum milenial lebih bisa mengetahui bagaimana pengalaman para test rider yang di share di medianya masing-masing.

 Dari dua metode di atas yaitu dangdutan VS test ride menurut opini goozir.com lebih efektif dengan cara test ride yang dilakukan oleh journalist, blogger dan vlogger. Ditambah lagi jika tiap diler disiapkan satu produk khusus untuk test ride bagi calon konsumen pasti lebih joss dan kemungkina calon konsumen membeli makin besar.

Jaman sekarang orang membeli produk sudah mecari review di internet dan media lainnya sehingga kebanyakan konsumen datang ke diler ya sudah tinggal pilih dan bayar.

Baca juga info pilihan goozir.com di bawah ini bro

Itulaha bro opini goozir.com berkaitan dengan metode marketing yang di gunakan oleh diler yang ada di Indonesia. Dangdutan vs test ride akan lebih banyak mencapai target dengan test ride.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here