Biodiesel B20 : Keuntungan & Efek Pemakaian Pada Mesin Modern

Biodiesel B20 : Keuntungan & Efek Pemakaian Pada Mesin Modern

Diposting pada

Goozir.com –  Biodiesel B20 merupakan Solar yang dicampur dengan minyak nabati yang berasal dari Minyak sawit. Kandunganya 80:20. 80 solar 20 Minyak nabati dari kelapa sawit. Notasi biodiesel di tulis dengan kode BXX dimana X merupakan angka kandungan dari minyak nabati yang ditambahkan ke solar. Misal B7 berarti minyak nabati yang ditambahkan sebanyak 7 persen. Demikian pula dengan B10 sebanyak 10 persen dan B20 sebanyak 20 persen.

Penggunaan Biodiesel B20 di Indonesia sudah dilakukan sejak 2016. Sehingga tanpa dirasa hingg saat ini solar yang beredar pada dasarnya sudah B20. Duluny Solar B20 hanya di wajibkan untuk mobil diesel yang mendapat subsidi namun peraturan tersebut dirubah dan sekarang Solar B20 juga di konsumsi oleh mobil diesel milik pribadi.

Biodiesel B20 VS Solar Biasa

Biodiesel B20 bisa diposisikan sebagai bahan bakar pengganti solar. Namun pengunaannya pada kendaraan dapat menimbulkan beberapa dampak.

Dibanding dengan Solar biasa, Biodiesel memmiliki  nilai kalor lebih rendah sekitr 8-10 persen. Akibatnya jika di pakai pada kendaraan bisa menurunkan daya mesin hingga 10 persen. Tidak terlalu siginifkan memang, namun bagi sopir yang sensitif tentunya dapat merasakan perbedaannya.

Di sisi lain biodiesel juga mmeliki kandungan oksigen yang lebih tinggi. sehingga bisa melakukan proses oksidasi atau pembakaran yang lebih baik dibandingakan dengan solar biasa.

Biodiesel juga memiliki sifat detergen, artinya melarutakn kotoran. Bayangkan jika tangki penimbun BBM di SPBU banyak kotorannya, terus larut di dalam biodiesel kemudian ditangki kendaraan juga kotorannya banyak terus larut lagi. Berapa banyak kotoran yang mungkin larut di dalam biodiesel tersebut.

Dampaknya tentu pada filter bahan bakar yang harus bekerja lebih keras. Blum lagi injektornya juga bisa cepat mampet akibat kotoran yang lolos dari filter bahan bakar. Untuk itu penggunaan filter harus mendapat perhatian lebih misal diganti tiap 3 ribu kilometer.

Biodiesel B20 memiliki viskositas (kekentalan) lebih tinggi dibaning solar. Akibatnya proses pembakaran pada mesin bisa lebih lambat.  Selain itu juga mengandung gliserin (kotoran yang tidak terbakar) yang lebih banyak dan bisa menempel pada ruang bakar sehingga ruang bakar bisa lebih kotor dari memakai solar biasa.

Efek pemakaian Biodesel B20 apda mesin modern

Pengguna bisodiesel tentu mesin dengan bahan bakar solar. Dengan sifat-sifat seperti yang sudah disebutkan di atas. Konsumen harus rutin mengganti filter bahan bakar dalam jang waktu yang lebih pendek.

Power kendaraan yang turun walaupun tidak terlalu signifkan

Tangki bahan bakar juga harus lebih sering di kuras untuk dibersihkan untuk meminimalisir  kotoran yang akan ikut ke ruang bakar.

Efek buruknya masih seputar perfiorma dan juga pada kebersihan dari ruang bakar, tanki dan juga injektor.

Keputusan pemerintah dengan pengunaan minyak nabati yang dicampurkan ke solar dinilai sebagai sebuah kemunduran. Karena kurang sejalan dengan rencana penggunaan standar Euro IV pada 2021. Untuk itu pemerintah saat ini juga sedang menyiapkan biodiesel B30 yang di klaim akan sesuai dengan aturan Euro4 2021 nanti.  Saat ini masih terus diuji. Agar 2021 Biosolar B30 sudah siap di gunakan dan sesuai dengan standar Euro 4.

Kerugian kerugian dari pennggunaan Biodiesel B20 lebih banyak di tanggung oleh konsumen.

Keuntungan penggunaan Biodiesel

Bagai pemerintah jelas dapat sedikit mengurangi beban devisa. Apalagi bahan bakar solar masih import. Dengan penambahan minyak nabati dari sawit minimal bisa mengurang import bahan solar.

Bagi petani atau pengusaha sawit tentu ada keuntungan sendiri dari program pemerintah ini yang mulai berkaku mulai 1 September 2018 ditengah harga sawit yang turun.

Ok bro and sis itulah info singkat Biodiesel B20 atau Biosolar B20 yang mulai berlaku di Indonesia. semoga berguna

data-matched-content-rows-num="3" data-matched-content-columns-num="3"