Tips Jitu Ban Mobil Awet : Spooring, Balancing dan Rotasi
Rotasi ban mobil (auto200)

Tips Jitu Ban Mobil Awet : Spooring, Balancing dan Rotasi

Diposting pada

Goozir.com – Tips jitu ban mobil awet. Ban menjadi bagian vital kendaraan roda 4 alias mobil. Ban menjadi bagian mobil yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan baik aspal maupun non aspal. Menjaga ban mobil tetap awet dan berkendara tetap nyaman, maka Anda perlu melakukan Spooring, Balancing dan Rotasi ban mobil.

Ada 4 tips yang akan goozir.com bagikan untuk menjaga ban mobil bisa tahan lama dipakai. 4 tips tersebuat adalah sikap berkendara, spooring dengan benar, Balancing dengan benar dan Rotasi ban dengan benar.

Tips Jitu Ban Mobil Tetap Awet

Awet disini bukan berarti ban tidak pernah diganti dan membahayakan pengendaranya. Awet yang goozir.com maksud adalah ban tidak tipis atau aus dalam waktu singkat atau aus sebelah sebelum masa pakainya habis.

Memang masa pakai ban mobil tidak bisa di tentukan namun apa iya baru 3 bulan ban mobil harus ganti karena sudah tipis atau aus? Jadi jika terjadi demikian ada hal yang terjadi pada Anda dan mobil Anda.

Sikap berkendara

Sikap berkendara akan mempengaruhi umur ban. Kok bisa? Anda yang suka nyetir ugal-ugalan dan suka ngerem mendadak dipastikan ban akan cepat tipis dan aus. Selain itu sering berkendara dalam kecepatan tinggi juga akan lebih cepat membuat ban tipis dan cepat aus.

Berkendara yang benar harus sesuai aturan dijalan. Taati batas kecepatan yang ada dan yang paling utama jaga sikap berkendara Anda. Ngebut tidak banyak untungnya, sering ngerem mendadak akan merugikan Anda sendiri dan orang lain.

Berkedara dengan mobil lakukan dengan tenang, kecepatan diatur dengan tepat. Untuk menambah kecepatan lakukan secara bertahap dengan mengurut gas. Jadi saat menamabh kecepatan tidak dilakuajn secara tiba tiba dengan menekan pedal gas dalam-dalam.

Jika Anda menekan pedal gas dalam-dalam saat menambah kecepatan bisa terjadi selip sehingga ban cepat panas dan tergerus sehingga lebih cepat tipis.

Pengereman juga harus benar. Lakukan pengereman sesuai jarak aman berkendara sehingga tidak perlu menekan pedal rem dalam-dalam.

Efek menekan pedal dalam-dalam bisa mobil Anda terpelanting. Efek kecilnya ban mobil jadi tipis tidak merata. Saat ngerem mendadak ban sudah berhenti berputar namun mobil terkadang masing jalan walaupun cuma 2-5 cm.

Saat roda sudah berhenti berputar dan mobil masih jalan maka permukaan ban yang nempel keaspal aka kegerus. Akibatnya ban lebih cepat tipis. Jika dilakukan berulang-ulang maka makin banyak titik ban yang tipis. Alhasil mobil akan berjalan tidak nnyaman karena merasa grenjul-grenjul akibat ban tidak rata.

baca : 4 Penyebab Ban Mobil Pecah, Waspada No 4

Spooring

Penggunaan mobil dalam jangka waktu lama akan berpengaruh besar pada bagian roda walaupun Anda tidak bisa melihatnya secara langsung. Namun pastinya Anda akan merasakannya melalui performa mobil yang menurun.

Penurunan performa mobil bukan hanya dari segi mesin saja. Namun bisa Anda rasakan di bagian permukan ban yang terasa tidak rata, serasa ada benjolan.

Hal tersebut mungkin terjadi akibat suspensi yang bermasalah. Mungkin saja masalah tersebut tidak hanya terjadi pada satu sisi ban bisa juga terjadi pada sisi ban atau roda yang lainnya.

Mungkin juga saat Anda perhatikan mobil saat parkir roda terlihat tidak sejajar, padahal dalam posisi diam. Terlihat roda depan dan belakang tidak lurus. Artinya salah satu roda atau 2 roda beregeser dari tempat semula.

Solusi untuk masalah Anda diatas adalah Spooring. Spooring artinya menata kembali posisi roda dengan tujuan meluruskan kembali posisi roda seperti pengaturan pabrik.

Tanda lainnya Anda perlu spooring adalah saat mobil susah dikendalikan. Belok susah, bahkan diatas aspal yang halus mobil berasa bergetar. Itu tandanya Anda butuh Sporing.

Selain itu melakukan penggantian komponen kemudi juga butuh spooring.

Mengembalikan posisi roda seperti sedia kala akan memberikan efek berkedara yang lebih nyaman seperti mobil baru keluar diler.

Efek tidak melakukan spooring selain berimbas pada kenyamanan juga berimbas pada keausan ban. Mungkin ban abis sebelah dan lainnya.

Balancing

Balancing artinya menyeimbangkan kembali putaran 4 roda mobil Anda. Balancing biasanya dilakukan setelah Anda mengganti ban atau velg. Tujuannya tentu agar putaran roda tetap seimbang.

Spooring dan Balancing tidak harus dilakukan secara berkala namun saat Anda merasa roda berasa tidak nyaman digunakan artinya Anda perlu melakukannya.

Hindari mobil digunakan pada jalnan yang rusak atau bergelombang jika mobil Anda memang bukan mobil khusus yang bisa digunakan untuk jalan rusak agar masalah perodaan tidak cepat muncul.

baca : 

Rotasi Ban

Merotasi ban tak kalah penting untuk menjaga ban mobil awet. Tujuan rotasi ban adalah agar keausan pada telapak ban terjadi secara merata. Biasanya pabrikan merekomendasikan rotasi ban dilakukan tiap 10.000 kilometer sekali.

Pengereman dan aktifitas roda menyebabkan ban akan aus. Jika tidak dilakukan rotasi maka tingkat keausan ban tidak merata.

Cara yang benar melakukan roatasi ban mobil

Melakukan rotasi pada ban mobil tidak bisa dilaksanakan secara sembarangan. Ada aturan sendiri sesuai dengan jenis ban yang digunakan.

Untuk ban tipe bias rotasi dialkukan dengan cara menyilang atau crossing. Jadi ban depan kiri ke belakang kanan, ban depan kanan ke belalakang kiri dan sebaliknya.

Sedangkan untuk ban mobil tipe tubeless rotasi dilakukan dengan memindahkan ban depan ke belakang atau sebaliknya.

Namun perlu diperhatikan untuk ban depan, pilih ban yang masih tebal sebab tekanan kerja ban depan lebih berat dari ban belakang.

Untu melakukan Spooring, balancing dan rotasi lebih baik dilakukan di bengkel yang sudah berpengalaman atau bengkel resmi.

sobat goozir, demikian tips singkat yang jitu agar ban mobil awet, Semoga berguna…

baca juga info pilihan di bawah ini

Follow us

IG : Goozirblog

Facebook : Goozircom

Twitter : Goozircom

Telegram : Goozircom

data-matched-content-rows-num="3" data-matched-content-columns-num="3"